Hikmah dari Komputer

pemulung

Suatu hari di daerah kumuh tepatnya didaerah Jakarta pusat dibawah kolong jembata, kehidupan tersebut terdiri dari anak, ibu, dan ayah. Mereka hidup berkecukupan ayahnya hanya seorang pemulung, ibunya pembantu rumah tangga dan anaknya hanya seorang pelajar SMP dan dikalau sempat dia akan mengamen. Kehidupan anaknya juga sangat sulit disekolah dia diejek karena anak yang tidak pemuliung dan dia juga dibilang tidak punya malu oleh teman-temannya, karean setiap ada tugas dia akan meminta bantuan temannya untuk mengerjakan tugas tersebut. Dan tugasnya selalu dan harus dikerjakan dengan komputer entah dalam bentuk print out atau soft copy, dia sudah sering merengek kepada ayahnya untuk dibelikan komputer tapi ayahnya hanya bisa berjanji dan tak tau kapan akan terjadi.

Suatu hari dimalam yang hujan ayah pulang dengan wajah gembira, beliau menemukan komputer usang di tempat pembuangan. Dengan hanya membawa glangsing ayah membawa semua barang-barang dari koputer tersebut yang bisa dibawa, dengan teliti ayah anak tersebut merakit kompuetr dengan ketidak tauan mereka akan komputer. Saat tengah malam mereka tertidur dan tidak melanjutkan perakitan komputer, namun alangkah terkejutnya mereke sewaktu bangun komputer tersebut sudah siap untuk dipakai dan selesai dirakit tentunya. Ayahpun heran siapa yang merakit komputer ini tapi ayah berfikir mungkin anaknya lah yang merakit, dan anak pun berfikir seperti itu juga yang merakit adalah ayahnya. Saat di sekolah anak begitu bangga dan berjanji tidak akan merepotkan teman-temannya lagi.

Sesampainya dirumah anak langsung menyalakan komputer dan langsung megerjakan tuganya, sampai dia tertidur dan anak pun lupa untuk mematikannya. Ayah ibu pulang larut malam jadi tidak mengetahui jika anak menyalakan komputer dan lupa untuk mematikkannya. Sampai akhirnya komputer tersebut kongslet dan terbakar, rumah pemulung tersebut kebakar namun si anak berhasil dislamatkan. Penderitaan kemuarha mereka sangatlah lengakap karena sekarang tidak memilki rumah, namun keluarga mereka tidaklah patah semangat hanya karena komputer. Tetapi dari situlah ayah mendapat pekerjaan barunya, ayah adalah seseorang yang sangat jenius sebenarnya namun ayah tidak lah sekolah namun denga tekad untuk mebahagiakan anak ayanh berhasil menguasai reparasi komputer. Sekarang ayah bekerja di toko service komputer dan dengan uang tersebut keluarga mereka bisa menyewa rumah.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s